KRU BULETIN LA TANSA

Penanggungjawab :
Ketua KAMMI Komisariat UISU

Pimpinan Redaksi :
Denggani Lubis

Penasehat :
- Asharuddin Nasution
- Novita Sari

Sekretaris :
Julianty

Editor :
- Santi Aisyah
- Gheo Wahyuni

Divisi Keuangan & Ekonomi :
- Yenni
- Refilda

Divisi Produksi & Distribusi :
- Teuku Muhammad Ali
- Yudhi Tristianto
- Surya Juwita Rani

Divisi Buletin Online :
-

Kamis, 19 November 2009

Film Sang Pemimpi akan Rilis pada 17 Desember 2009

Sang pemimpi adalah novel kedua dari Tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Dalam film, sang pemimpi merupakan sekuel dari Laskar Pelangi yang telah mencetak prestasi fenomenal. Dari segi kualitas film dibuktikan dengan meraih banyak penghargaan di dalam negeri maupun di tingkat Internasional sedangkan dari sisi jumlah penonton, Laskar Pelangi saat ini tercatat sebagai film terlaris di Indonesia sepanjang masa

Film Sang pemimpi kembali digarap oleh Riri Riza sebagai sutradara dan Mira Lesmana sebagai produser. Kasting pemain untuk memilih pemeran juga dilakukan dengan cermat dan serius, menyesuaikan dengan karakter-karakter yang dikisahkan dalam novel. Saat ini para pemeran-pemeran tersebut sudah didapatkan dan syuting telah siap dimulai.

Jantung cerita dalam cerita seru Sang pemimpi ini adalah kekuatan mimpi berbalut kisah persahabatan tiga anak Melayu Belitong yang bermimpi untuk melanjutkan sekolah mereka hingga ke Perancis, menjelahi Eropa, bahkan sampai ke Afrika.! Hidup di daerah terpencil, kepahitan hidup, kemiskinan, bukanlah pantangan bagi mereka untuk bermimpi. Mereka tak menyerah pada nasib dan keadaan. Bagi mereka mimpi adalah energi bagi kehidupan mereka masa kini untuk melangkah menuju masa depan yang mereka cita-citakan.

Ikal, Arai, dan Jimbron, itulah nama mereka. Merekalah para pemimpi itu! Untuk versi filmnya tokoh Ikal dan Arai masing-masing diperankan oleh 3 aktor, sementara tokoh Jimbron kelihatannya hanya muncul kisahnya pada saat mereka remaja :

Pemeran Ikal
Kecil : Zulfani
Remaja : Vikri Setiawan
Dewasa : Lukman Sardi

Pemeran Arai
Kecil : Sandy Pranatha
Remaja : Ahmad Syaifullah
Dewasa : Nazril Irham alias Ariel Peterpan

Pemeran Jimbron remaja : Azwir fitrianto

Yang menarik adalah dipasangnya Ariel Peterpan sebagai bintang dalam film ini yang tentunya tak luput juga dari proses kasting yang ketat. Ariel akan berperan sebagai Arai dewasa. Arai dalam Sang Pemimpi dikisahkan sebagai sepupu jauh Ikal yang ditinggal mati kedua orang tuanya dan kemudian diangkat sebagai anak oleh orangtua Ikal, digambarkan memiliki pribadi yang terbuka dan cerdas sekaligus nakal dan penuh ide-ide tak terduga. Arai juga dilukiskan tak banyak bicara namun otaknya selalu bekerja untuk membantu orang lain. Tak kenal menyerah dan memiliki optimisme yang luar biasa. Bagi Ikal, Arai adalah pahlawannya.

Menurut saya karakter Arai merupakan nyawa dari kisah sang pemimpi ini. Jadi sangat menarik menantikan bagaimana seorang Ariel Peterpan yang baru terjun ke dunia layar lebar mampu ‘menghidupkan’ tokoh Arai yang sangat unik ini. Simak kata-kata Arai demi melihat Ikal yang nyaris jatuh putus asa dan menjadi pribadi yang pesimis.

“Biar kau tahu kal, orang seperti kita tak punya apa-apa selain semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu”.
”mungkin setelah tamat SMA kita hanya akan mendulang timah atau menjadi kuli, tapi disini kal, disekolah ini, kita tak akan pernah mendahului nasib kita!!”.
“kita akan menginjakan kaki di altar suci almamater sorbonne! apapun yang terjadi”.
“Kita akan sekolah ke Perancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika! Apapun yang terjadi!”

Syuting film sudah selesai pada 1 – 21 Juli 2009 di kawasan Belitung, Jakarta dan Bogor. Sedangkan proses produksinya masih dalam tahap akhir editing di Jakarta hingga siap putar di bioskop sekitar tanggal 17 Desember 2009.

Akankah Sang Pemimpi mampu mengikuti jejak pendahulunya Laskar Pelangi dan memecahkan rekor sebagai film terlaris di Indonesia sepanjang masa? Lebih dari itu, bisakah Sang Pemimpi menjadi sumber inspirasi pada daya hidup dan semangat juang bangsa ini untuk bangkit dari segala pesimisme dan keterpurukan? Kita nantikan bersama. Lihat juga trailernya di Youtube

Lihat Sumber

Read More ..

Jumat, 13 November 2009

Ketika Akhwat Menikah

Anehnya setiap ada akhwat yang menikah, sudah pasti ada ikhwan yang patah hati. karenahampir setiap akhwat punya secret admirernya (Pemuja Rahasi). Yang jadi pertanyaan seberapa banyak kah ikhwan itu,satu,dua,sepuluh ato lebih ekstrim lagi beberapa ikhwan yang patah hati. Itu semua tergantung seberapa ramah akhwat terhadap ikhwan,seberapa sering tampil di muka umum (aktif organisasi), dan seberapa banyak teman ikhwan yang dia punya, karena sudah tidak bisa di pungkiri antara teman dan cinta itu sangat tipis sekali perbedaannya (Allah Maha Mengetahui).

Kalo ditanya seberapakah sakit hatinya si irwan, eh salah, ikhwan maksudnya, itu tergantung seberapa dalam dia memendam cinta itu,seberapa banyak kenangan yang telah diukir dan seberapa jauh langkah yang telah di ambil terhadap akhwat itu. Seandainya ada ikhwan yang mengajukan taarufan ke akhwat atau murraby nya terus di jawab oleh sang akhwat/murraby “sang akhwat itu telah dikhitbah oleh ikhwan lain”, pasti rasanya sakit seperti di cubit gorilla,he8x :)

Tak biasanya si ikhwan berdiam diri di mesjid begitu lama. dia membaca al matsurat begitu khusyu hingga menangis tersedu – sedang. kegiatan itu hampir dilakukan tiap hari, berminggu – minggu dan akhirnya diketahui oleh teman halaqahnya bahwa ia sedang patah hati. dari mana antum tau ( ikhwan itu bertanya )?? herannya, plis deh akhi, apa antum kira ana belum pernah merasakan patah hati?? gejala itu sih mudah di tebak penyakitnya.

Apakah tiap ikhwan sama gejalannya??kyaknya banyak gejala – gejala yang lainnya, tapi yang pasti karena sang ikhwan mengimani takdir allah,ujung – ujungnya ikhwan itu kembali dan mendekat kepada-NYA dengan banyak berzikir,tilawah atau berpuasa.

Tau gak kenapa kita sedang path hati/bimbang kita cenderung kembali kepadaNYA dan tiba – tiba begitu dekat? (kiiiiita….!?) padahal saat jatuh cinta dulu jarang sekali kita curhat sama Allah bahkan pada saat shalat pun masih teringat si akhwat tersebut(Astagfirullah). Mungkin sebabnya bisa beragam, mungkin saja itu disebabkan terlalu dini untuk jatuh cinta (kalo zaman kuliah terlalu dini gak ya??), padahal dia belum siap menikah. ikhwan seperti ini sudah selaknya menerima resiko buat patah hati dan akhwatnya tak perlu merasa bersalah.

Alasan lain yang paling mungkin adalah sejak awal cinta itu bersemi tidak dilandasi cinta kepadaNYA.munculnya cinta itu sendiri mungkin karena suatu interaksi yang tidak syar’i;memandang terlalu tajam,menelephon terlalu lama,becanda terlalu mesra,datang ke rumahnya seorang diri,memberi hadiah yang aneh – aneh pas milad,sms kata2 yang puitis,balas2an blog,chatting larut malam, dan sejenisnya.sebab – sebab di atas tidak akan mendekatkan diri kita kepada allah. berbeda misalnya dengan orang yang sudah siap menikah, rasa cintaNya kepada sang akhwat dapat mendorongnya untuk banyak berdoa,shalat istikharah,shalat hajat,menambah wawasan tentang mengasuh anak/mendidik anak etc.

Kalau sudah patah hati, duuuhh… sakitnya gak ketulung. Saking sedihnya mungkin hatinya menangis meskipun mulutnya tersenyum. Padahal ikhwan itu cowok yang sakti, dia cuma nangis karena dua hal: ingat dengan dosanya (takut pada Allah) dan saat patah hati (idih, melankolik banget sich). Trus, apa ada obatnya? Banyak akhi, tapi kamu harus bereksperimen sendiri dan melakukan tray and error sampai menemukan obat ramuanmu sendiri.

Bisa saja kamu mendatangi seorang teman, meluahkan seluruh perasaanmu kepadanya, dan bercerita sejak mulai engkau pertama kali mengenalnya, kenangan indah bersamanya, hingga sifat-sifat dia yang kau sukai, perkataannya yang kau ingat, etc. Dengan begitu kenanganmu dan kesedihanmu telah terbagi.

Atau bisa saja kamu menonton film-film drama dan membaca novel-novel yang bercerita tentang patah hati. Atau mendengarkan music tempo doeloe yang sedih-sedih itu. Dengan begitu engkau tidak sendirian dalam kesedihan karena banyak juga yang senasib denganmu.

Atau ada baiknya kamu menulis seluruh kesedihanmu di dalam diarymu, atau membuat sebuah artikel, cerpen, bahkan roman untuk meluahkan perasaanmu. Dengan begitu kamu menerima kekalahanmu sebagaimana adanya, dan lebih dekat dengan perasaanmu sendiri. Bukan malah mengingkari dan memusuhinya.

Atau kamu menyibukan diri dengan berbagai aktifitas: bekerja lembur hingga malam, berolah raga berat; berenang atau fitness, makan di tempat-tempat yang berkelas, main game zone, rihlah ke puncak dan pantai, ke gunung dan sungai, atau kamu bersemesi di dalam goa sekalian. Dengan begitu pikiranmu tidak selalu tertuju kepadanya dan tersibukkan oleh pikiran yang lain.

Atau mungkin kamu memang harus melupakannya. Membuang seluruh karya cintanya, menghapus seluruh jejaknya, tidak lagi menemuinya, tidak menatap wajahnya, tidak mendengar suaranya, tidak membaca tulisannya, atau bila perlu pindah ke luar kota. Dengan begitu tidak ada lagi yang perlu dikenang, semuanya telah berlalu dan berakhir.

Atau bisa saja kamu mulai membuka mata dan telinga. Mencari bintang-bintang di langit yang lebih indah. Mengisi relung hati dengan sosok jiwa yang baru. Karena dunia memang tidak sekecil daun kelor. Di sana masih banyak pelabuhan yang lebih apik siap menyambutmu. Dengan begitu setengah jiwamu yang hilang tergenapi kembali.

Atau kalau mau yang lebih syar’i coba kamu beribadah lebih banyak. Shalat malam semaksimal mungkin, membaca Laa ilaha illallah sebisa mungkin, berpuasa nabi Daud, beritikaf di masjid, tilawah siang malam, dan berdo’a sekhusyu-khusyunya. Atau kamu membaca buku-buku ” menerima dengan ikhlas “

Tapi percaya gak? Seluruh obat yang ditawarkan itu hanyalah obat yang mengurangi rasa sakit, bukan mengobati penyakit itu sendiri. Mereka tetap menjadi orang-orang yang kalah, orang-orang yang kasihnya tak sampai dan patah hati. Mereka tidak belajar tentang hakikat cinta karena Allah yang dalam; bahwa cinta itu tidak harus memiliki sendiri. Cinta itu justru harus dibagi, kepada teman, sahabat, saudara, orang tua, istri dan anak, kepada umat manusia dan seluruh alam. Cinta itu berarti engkau satu hati dengan orang yang kau cintai; merasakan sedih di saat ia sedih, dan merasakan bahagia di saat ia bahagia…

Dan itu berarti pernikahannya adalah kebahagiaanmu juga. Dan dengan cara itu taman-taman orang yang patah hati menjadi indah!!

Lihat Sumber

Read More ..

Senin, 09 November 2009

"Emak Ingin Naik Haji" Film Religi Ramaikan Musim Haji

Jika tak ada aral, November mendatang satu lagi karya film berbalut tema religi menyerbu bioskop. Film berjudul Emak Ingin Naik Haji ini nantinya akan menjadi film yang akan menambah semarak euforia musim haji di hati umat muslim di Tanah Air. Lantas, akankah film ini mampu menuai sukses seperti layaknya Ayat-Ayat Cinta atau juga Ketika Cinta Bertasbih yang mampu menyedot jutaan penonton? Atau sebaliknya, film yang mengadaptasi dari cerita pendek milik Asma Nadia itu justru hanya akan berumur singkat saja di bioskop?


Untuk mengkajinya memang belum rumusan pasti. Slamet Rahardjo Djarot, salah satu aktor dan produser film, selalu mengatakan dalam perbincangannya kepada Republika, untuk membuat film yang laku itu tidak ada rumusnya. ”Tetapi agar film itu bisa menarik penonton maka buat saja film itu dengan bagus,” katanya.

Namun untuk Emak Ingin Naik Haji ini, rasanya tak ada satupun pihak yang bisa secara pasti berspekulasi untuk menilai akankah film itu meraih untung atau malah buntung. Putut Widjanarko, produser dari Mizan Production yang menjadi salah satu pihak pembuat film Emak Ingin Naik Haji, hanya bisa menyelipkan sebuah harapan: filmnya bisa sukses! Sebuah harapan yang lumrah buat orang yang telah menggelontorkan dana.

Walau tak ada rumus pasti untuk membuat film laris, namun Putut mempunyai berbagai pertimbangan ketika harus memutuskan diri untuk menyokong sebuah film. Pun demikian dengan Emak Ingin Naik Haji. ”Saat ini kita sudah mulai melakukan promosinya ke tempat-tempat pengajian,” katanya.

Langkah semacam ini tak jauh berbeda dengan yang pernah dilakukan oleh SinemArt Pictures ketika hendak memproduksi Ketika Cinta Bertasbih. Hampir setiap pekan, pihak SinemArt melakukan anjang sana-angjang sini demi meyakinkan para penonton non-aktif tersebut bersedia menyerbu bioskop. Hasilnya pun ternyata cukup mujarab. Kedua sekuel KCB ternyata mampu menyedot penonton hingga lebih dari satu juta penonton — separuh di antaranya adalah bukan penonton aktif yang berasal dari kalangan ibu-ibu pengajian!

”Tantangan kami terhadap film (Emak Ingin Naik Haji) juga sama, yakni bagaimana kita bisa menarik para penonton non-aktif tersebut tertarik datang ke bioskop menyaksikan film kita nanti,” ujar Putut.

Selain melakukan ‘kampanye dini’ ke kelompok pengajian, Putut juga melihat, musim haji itu menjadi salah satu momentum yang selalu memikat perhatian banyak orang di negeri ini. ”Walau yang naik haji itu hanya ada sekitar 200 ribu orang saja, tetapi secara psikologis seluruh umat Islam terlibat. Inilah yang membuat kami cukup yakin terhadap film ini untuk meraih sukses.”

Sementara itu dalam perbincangan terpisah dengan pengamat film Yan Widjaja, film Emak Ingin Naik Haji ini memiliki potensi untuk dapat mengikuti jejak sukses Ayat Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih. Yan beralasan, potensi itu muncul karena pada November mendatang film-film yang akan menyerbu bioskop nasional akan didominasi oleh film-film bertemakan non-religi. ”Ini sebuah peluang dan kesempatan,” katanya.

Meski melihat adanya celah, namun belum menjadi jaminan secara komersial film ini bakalan sukses seratus persen di pasar. Yan agak sedikit ragu karena tokoh yang ditampilkan di film ini, Aty Kanser, sebagai sosok yang ‘kurang nge-pop’. Rujukan ‘nge-pop’ ini lebih berorientasi pada selera pasar yakni lebih menyukai sosok muda dengan paras wajah menawan serta kerap tampil di layar kaca maupun bioskop.

”Kalau lihat pemainnya, Aty Kanser, sebagai pemain teater dapat dipastikan tidak akan ada masalah dengan aktingnya. Tetapi sayang, apakah sosoknya akan benar-benar bisa memikat penonton?” tanya Yan setengah ragu.

Apapun spekulasi yang berkembang, masih ada waktu untuk mengenalkan pada publik sebelum film ini diputar. Jika Anda ingin menjadi salah satu orang yang ingin berkontribusi untuk membawa film ini meraih sukses, maka ringankan saja langkah ke bioskop mulai 12 November mendatang. akb/rin/RoL

Lihat Sumber

Read More ..

JADWAL SYURO' BULETIN

Diharapkan kepada seluruh kru Buletin La Tansa agar segera menginformasikan jadwal syuro' yang bisa dihadiri dari hari Senin-Ahad. Informasi ini dibutuhkan untuk mencari waktu alternatif yang bisa dihadiri oleh seluruh kru buletin. Kirim jadwal waktu kosong antum/na ke nomor PimRed atau e-mail ke buletinlatansa@yahoo.com


Ditunggu y!


Read More ..

Rabu, 16 September 2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Read More ..

Daftar Pembaca